Selasa, 26 Maret 2013

Hukum membaca Surat Yasin di malam Jum'at


Assalamu'alaikum Wr. Wb. Begini Pak Ustadz, di kampung kami ada kebiasaan pada setiap malam jumat membaca surat yaasin baik sendiri maupun berjamiah. Apakah kebiasaan itu memang diajarkan dalam Islam? Dan apakah surat yaasin mempunyai hal yang istimewa dibanding surat yang lain? Demikian dulu pertanyaan dari saya. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Membaca surat Yasin pada malam Jum'at menjadi tradisi yang melekat pada masyarakat Melayu, seperti Indonesia dan Malaysia. Selepas Maghrib, rumah-rumah, masjid, dan mushalla ramai dengan lantunan surat Yasin baik dengan sendiri-sendiri maupun berjamaah. Terekam dalam benak, bahwa ini adalah amal yang benar-benar disyariatkan dan memiliki pahala besar. Bagaimana sebenarnya hukum takhsis malam Jum'at dengan membaca surat Yasin?

Pertama, membaca Al-Qur'an dianjurkan kepada kaum muslimin, bahkan termasuk amal utama. Pahalanya sangat besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kedekatan seseorang dengan Rabb-nya bisa dilihat seberapa ia dekat dengan Al-Qur'an, karena ia adalah Kalamullah. Maka jika seseorang memperbanyak membaca Al-Qur'an maka itu baik untuknya, termasuk membaca surat Yasin, baik di malam Jum'at atau malam-malam lainnya.

Kedua, Membaca Al-Qur'an termasuk amal ibadah mutlak, tidak terikat kapan dan dimana harus dibaca. Sementara menghususkannya dengan waktu dan tempat tertentu itu membutuhkan dalil. Dan tidak ditemukan dalil shahih tentang anjuran dan fadhilah membaca surat Yasin pada malam dan hari Jum'at. Para ulama ahli hadits menghukumi keutamaan surat Yasin antara dhaif atau maudhu'. Sehingga seseorang tidak boleh menghususkannya pada malam Jum'at dengan meyakini itu termasuk amal khusus yang disyariatkan padanya dan memiliki keutamaan tertentu.

Apa yang Disyariatkan Dibaca Pada Malam dan Hari Jum'at Salah satu amal ibadah khusus yang diistimewakan pelakasanaannya pada hari Jum’at adalah membaca surat Al-
Kahfi. Berikut ini kami sebutkan beberapa dalil shahih yang menyebutkan perintah tersebut dan keutamaannya.

1. Dari Abu Sa'id al-Khudri radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
ﻣَﻦْ َﻗَﺮَﺃَ ﺳُﻮْﺭَﺓَ ﺍﻟْﻜَﻬْﻒِ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺍﻟْﺠُﻤْﻌَﺔِ
ﺃَﺿَﺎﺀَ ﻟَﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨُّﻮْﺭِ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺑَﻴْﻨَﻪُ ﻭَﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﺒَﻴْﺖِ
ﺍﻟْﻌَﺘِﻴْﻖِ
"Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya
sejauh antara dirinya dia dan Baitul 'atiq." (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-
Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736)


2. Dalam riwayat lain masih dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu 'anhu,
ﻣَﻦْ ﻗَﺮَﺃَ ﺳُﻮْﺭَﺓَ ﺍﻟْﻜَﻬْﻒِ ﻓِﻲ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟْﺠُﻤْﻌَﺔِ
ﺃَﺿَﺂﺀَ ﻟَﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨُّﻮْﺭِ ﻣَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﺠُﻤْﻌَﺘَﻴْﻦِ
"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum'at." (HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini
dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang surat Al-Kahfi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Jami’, no. 6470)

3. Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
ﻣَﻦْ ﻗَﺮَﺃَ ﺳُﻮْﺭَﺓَ ﺍﻟْﻜَﻬْﻒِ ﻓِﻲ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟْﺠُﻤْﻌَﺔِ
ﺳَﻄَﻊَ ﻟَﻪُ ﻧُﻮْﺭٌ ﻣِﻦْ ﺗَﺤْﺖِ ﻗَﺪَﻣِﻪِ ﺇِﻟَﻰ ﻋَﻨَﺎﻥِ
ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀَ ﻳُﻀِﻲْﺀُ ﻟَﻪُ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻭَﻏُﻔِﺮَ ﻟَﻪُ
ﻣَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﺠُﻤْﻌَﺘَﻴْﻦِ
“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.”
Al-Mundziri berkata: hadits ini diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad yang tidak apa-apa. (Dari kitab at-Targhib wa al-Tarhib: 1/298)”


Namun jika yang dibaca itu adalah surat tertentu dan pada waktu-waktu tertentu dengan keyakinan adanya fadhilah tertentu pula, maka untuk melaksanakannya diperlukan adanya dalil dari Al-Quran maupun As-Sunnah yang menjelaskan pensyariatan amalan tersebut. Berkaitan dengan surat Yasin, memang ada sejumlah riwayat yang menjelaskan keutamaan surat tersebut serta keutamaan membacanya pada malam hari.


Mempertimbangkan bahwa sisipan-sisipan yang ada pada Yasin Fadlilah adalah dzikir dan doa, maka hukum mengamalkannya adalah sunah. Kecuali jika diniati untuk memenuhi kebutuhannya, maka jawaz dan insya Allah apa yang diharapkan akan dikabulkan. Atau ada tujuan-tujuan yang haram (seperti riya'), maka haram.


Referensi :
1. Al-Tibyan, hal. 71-72.
2. Ghoyah Al-Talkhish, hal. 300.
3. Qurroh Al-'Ain, hal. 210.
4. Bughyah Al-Mustarsyidin, 67.
5. Al-Adzkar li Al-Nawawi, hal. 12.
6. Al-Fawa'id, hal. 5.
(Adinda Icha Khumairah)

Komentar atas postingan tersebut :

Berikut ini saya kutipkan hadits-hadits (shahih) tentang fadhilah surat Yasin dari Tafsir Ibn Katsir :

Rasulullah bersabda: "Barangsiapa yang membaca surat Yasin pada malam hari, maka pagi harinya ia
diampuni oleh Allah. Barangsiapa yang membaca surat al-Dukhan, maka ia diampuni oleh Allah." (HR Abu Ya'la).

Menurut al-Hafizh Ibn Katsir, hadits ini sanad-nya jayyid (shahih). Komentar Ibn Katsir ini juga dikutip dan diakui oleh al-Imam al-Syaukani dalam tafsimya Fath al-Qadir, bahwa sanad hadits tersebut jayyid, alias shahih.

Rasulullah SAW bersabda :
"Barangsiapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena mencari ridha Allah, maka Allah akan
mengampuninya," (HR. Ibn Hibban dalam Shahih-nya).

Hadits ini dishahihkan oleh al-Imam Ibn Hibban dan diakui oleh al-Hafizhu Ibn Katsir dalam Tafsir-nya, al- Hafizh Jalahiddin al-Suyuthi dalam Tadrib al-Rawi, dan al- Imam al-Syaukani dalam tafsir Fath al-Qadir dan al-Fawaid al-Majmu’ah. Al-Syaukani berkata dalam al-Fawaid al- Majmu’ah sebagai berikut :
"Hadits, "Barangsiapa membaca surat Yasin karena mencari ridha Allah, maka Allah akan mengampuninya diriwyatkan oleh al-Baihaqi dari Abu Humairah secara marfu’ dan sanadnya sesuai dengan kriteria hadits shahih.
Hadits tersebut juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan al- Khathib. Sehingga tidak ada alasan merryebut hadits tersebut dalam kitab-kitab al-Maudhu’at (tidak benar menganggapnya sebagai hadits maudhu’)." (Al-Syaukani, al-Fawaid al-Majmu’ah fi al-Ahadits al-Maudhu’ah, haL 302-303).
Demikian hadits-hadits fadhilah surat Yasin yang di- shahih-kan dalam Tafsir Ibn Katsir dan al-Fawaid' al- Majmu’ah fi al-Ahadits al-Maudhu’ah.

mengenai mengkhususkan ibadah tertentu dalam hal ini membaca surat yasin sesungguhnya hukumnya tidak mengapa.

dalam shohih bukhari ada hadits yang menerangkan bahwasanya imam masjid kuba selalu mengkhususkan membaca surat al ikhlas setiap selesai membaca surat al fatihah baru kemudian membaca surat lainnya. hal ini berjalan terus menerus sehingga dilaporkanlah imam masjid kuba ini kepada Rosulullah, kemudian dipanggillah imam masjid kuba ini dan ditanya oleh Rosulullah: "apa yang menyebabkanmu melakukan itu"... au kamaa qoola Rosulullah. jawab sang imam: " karena aku cinta kepada surat al ikhlas " kemudian Rosulullah bersabda: " cintamu kpd surat al ikhlas akan memasukkanmu ke syurga".

mengenai disunahkannya membaca surat al kahfi pada malam jumat sungguh tidak diragukan lagi karena berdasarkan hadits Rosulullah tapi bukan berarti tidak boleh mengkhususkan ibadah yang lainnya pada malam jumat itu.


Adapun keutamaan malam Jum'at menurut Ibnu Muflih Al-Hanbali itu ikut pada hari Jum'atnya. Artinya sama-sama disunnahkan untuk memperbanyak ibadah. Dalam Al-Furu' Ibnu muflih berkata yang Artinya :

Malam lailatul qadr adalah malam yang paling utama. Ia lebih utama dibanding malam Jum'at karena ada dalil ayat Quran. Menurut Khattabi pendapat itu ijmak ulama.
Ibnu Aqil menyebut dua pendapat. Pertama adalah pendapat ini dan ynag kedua adalah malam Jum'at
lebih utama dibanding malam lailatul qadr. Alasannya karena malam Jum'at trjadi berulang-ulang dan karena malam Ju'mat mengikuti hari yang paling utama yaitu hari Jum'at. Penulis Al-Muharrar berkata "pendapat ini adalah opini dari Ibnu Battah, Abul Hasan Al-Kharazi dan Abu Hafsh Al-Barmaki.
Kesimpulan: Malam Jum'at dan hari Jum'at adalah hari istimewa. Dan memperbanyak ibadah pada malam Jumat dan hari Jum'at adalah sunnah secara ijmak.

saya sudah memberikan dalil yang memperbolehkan mengkhususkan ibadah tertentu di saat tertentu silahkan mbak adinda mencantumkan dalil yang melarangnya. monggo..

mengenai al bani kita bahas nanti.
(Solihin Gubes)



Dari Abu Hurairah Ra ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam maka diwaktu pagi dosa-dosanya akan diampuni dan barangsiapa membaca Hamim yang didalamnya ada Ad-Dlukhan, maka pagi harinya doa-
doa orang tersebut akan diampuni. (HR. Abu Ya?laa XI/93)


Dalam sanad hadis di atas ada rawi yang bernama Hisyam bin Ziyad yang didlaifkan oleh sejumlah ulama hadis. Ibnu Hibbn berkata: “Ia termasuk orang yang suka meriwayatkan
hadis-hadis maudhu dari At- Tsiqoot serta hadis-hadis maqlub dari hadis hadis-hadis yang tsbait sehingga orang-orang beranggapan bahwa itulah yang dipegang.” Oleh karena itu perkataan orang tersebut tidak bisa dijadikan hujjah.
(Adinda Icha Khumairah)


Kaum Sarungan, 24 Agustus 2012

5 komentar:

  1. Nice blog :) Kunjungan malam, heheh jangan lupa kunjungi juga yah :) www.lukmanzen.com

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas ilmunya. Saya share di blog saya ya Ustadz

    BalasHapus
  3. ga usah pada berdebat.. mau baca surah al kahfi mongo..
    mau yasinan baguss.. keduanya syar`i ga usah di debat2in..
    yang perlu didebatin malem jumat nonton sinetron mulu..
    gak ngaji.. gak baca quran

    BalasHapus
  4. Di beberapa halaman web/blog (wahaby) ada dikatakan bahwa yasinan (membaca surat yasin) merupakan amalan bid’ah, tidak ada tuntunan Nabi, berdalil pada hadits lemah atau palsu, dll.
    Berikut adalah dalil-dalil yang kami temukan yang digunakan sebagai hujah untuk mengamalkan (membaca) surat yasin.
    Hadits dan Atsar tentang Fadhilah/Keutamaan Membaca Surat Yasin
    Sayyiduna Ma’aqal ibn Yassaar (radiyAllau ‘anhu) meriwayatkan bahwa Rasulullah (sallAllahu ‘alayhi wasallam) bersabda,
    “Yasin adalah kalbu dari Al Quran. Tak seorangpun yang membacanya dengan niat menginginkan Akhirat melainkan Allah akan mengampuninya. Bacalah atas orang-orang yang wafat di antaramu.” (Sunan Abu Dawud).
    Imaam Haakim mengklasifikasikan hadits ini sebagai Sahiih (Autentik), di Mustadrak al-Haakim juz 1, halaman 565; lihat juga at-Targhiib juz 2 halaman 376.
    .Imaam Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya dengan sanad beliau dari Safwaan bahwa ia berkata,

    “Para ulama biasa berkata bahwa jika Yasin dibaca oleh orang yang tengah maut, Allah akan memudahkan maut itu baginya.” (Lihat Tafsiir Ibn Katsir juz 3 halaman 571)
    Sayyiduna Jund ibn Abdullah (radiyAllahu ‘anhu) meriwayatkan bahwa Rasulullah (sallAllahu ‘alayhi wasallam) bersabda,
    “Barangsiapa membaca Surah Yaseen pada malam hari dengan niat mencari ridha Allah, dosa-dosanya akan diampuni.” (Muwattha’ Imaam Maalik).

    Imaam ibn Hibbaan mengklasifikasikan hadits ini sebagai Sahiih, lihat Sahiih ibn Hibbaan Juz 6 halaman 312, ( lihat juga at-Targhiib juz 2 halaman 377).
    Riwayat serupa oleh Sayyiduna Abu Hurayrah (radhiyAllahu ‘anhu) juga telah dicatat oleh Imaam Abu Ya’ala dalam Musnad beliau dan Hafiz ibn Katsir telah mengklasifikasikan rantai periwayatnya (Sanad) sebagai “Baik” (Hasan) (lihat Tafsiir Ibn Katsiir Juz 3 halaman 570).
    Berdasarkan riwayat ini, Allamah Munaawi (rahmatullah ‘alayh) telah menganalisis bahwa barangsiapa hendak membaca Surah Yasin di pagi hari, juga akan diampuni dosanya, Insya Allah. (Lihat kitab Faydhul Qadiir, juz 6, halaman 259).
    .
    Sayyiduna ibn ‘Abbaas (radiyAllahu ‘anhu) mengatakan,

    “Barangsiapa membaca Yasiin di pagi hari, pekerjaannya di hari itu akan dimudahkan dan barangsiapa membacanya di akhir suatu hari, tugas-tugasnya hingga pagi hari berikutnya akan dimudahkan pula.” (Sunaan Daarimi, juz 2, halaman 549).
    Riwayat serupa juga dicatat oleh Imaam Daarimi dari Attaa’ ibn Abi Rabah.
    Wallahu A’lam bissawab (Dan Allah Lebih Mengetahui)
    Catatan Kaki:
    diterjemahkan dari artikel aslinya berbahasa Inggris di
    .Dari artikel yang menyatakan bahwa hadits-hadits fadlilah surah Yasin yang dloif dan palsu, dan ditegaskan bahwatidak ada tauladan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat Yasin setiap malam Jum’at, dll, setelah dicocok-kan, ternyata hadits-hadits yang dibahas di artikel tersebut bukan hadits yang terpampang di atas.
    Artinya, mengenai masalah ini (fadlilah Yasin, ataupun surah-surah yang lain) memang ada hadits yang lemah (dloif), tetapi ada juga hadits-hadits yang shohih (dan hasan) yang dapat dijadikan landasan. Di samping itu, ada kemungkinan seorang ulama mendloifkan sebuah hadits, sementara ulama yang lain menshohihkannya.
    Selain itu, para ulama sepakat sehubungan adanya hadits dloif untuk amalan menerangkan sbb:
    “Bila ada yang mengatakan bahwa nilai sebagian hadits Nabi SAW masih diperselisihkan oleh sebagian ulama, namun dikalangan ulama ahli hadits sendiri dikenal kaidah yang menyatakan bahwa hadits2 yang tidak terlalu lemah dapat diamalkan khususnya dalam bidang fadhail (keutamaan) “.
    Kesimpulannya adalah, bahwa ada landasan/tauladan/dalil yang shohih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang fadhilah surat Yasin. Jika kita suka membaca Yasin, teruskanlah… Semoga amalan ini mengantarkan kita kepada keridloan Allah SWT. Amien.

    BalasHapus
  5. Dalam Al-Qur'an Allah Swt TIDAK memerintahkan manusia untuk MENGHAPAL Al-Qur'an MELAINKAN Allah Swt memerintahkan umat manusia untuk TERUS MENERUS MEMBACA Al-Qur'an dengan TUJUAN :
    1. Mengetahui Kandungan Al-Qur'an.
    2. Mengerti Hakikat Maksud dan Tujuan Kandungan Al-Qur'an
    3. Memahami Kandungan Al-Qur'an sehingga setiap desah napas dan gerak langkah jiwa-raga manusia sesuai dengan Kehendak Allah Swt.
    Menghapal ataupun terus menerus membaca Al-Qur'an tetapi tidak mencapai Tujuan / Kehendak Allah Swt, apalah artinya ?
    Perbedaan pendapat-perdebatan-perselisihan tentang apapun yang berhubungan dengan mambaca Al-Qur'an HANYALAH sebuah upaya untuk mencari pembenaran dan yang paling benar atas keyakinannya masing-masing.
    Benarkah kita sudah tahu APA ITU MAKNA DAN HAKIKAT AL-QUR'AN ?

    BalasHapus