Selasa, 19 Maret 2013

KISAH (BAROKAH GURU)


Barokah Guru

Semoga kisah nyata ini dapat menggugah kembali kesadaran kita, bahwa barokah guru itu memang benar benar ada dan hanya bisa diraih dengan cara "Mendapatkan Ridlonya" malah sering terjadi keluar biasaan itu sungguh sangat sulit dinalar, namun sayangnya konsep seperti ini hanya ada dalam aswaja dan Khususnya NU. Baca catatanku ini dengan meletakkan teori teori yang selama ini sering menjadi acuan kita dalam berbagai usaha, seperti ketika aku
mendengarkan cerita ini dari teman orang yg akan menjadi lakon nanti dengan cara meletakkan segala macam
kecerdasan dan intelgensi.
Beliau adalah seorang santri yang mengabdi selama 14 tahun di Ponpes Al Anwar Sarang Rembang yg di asuh oleh Imamul bid'ah wa roisul khurofat Syaikh Maemon Zubair ,indahum, dan beliau selama itu bertugas dalam bidang pengairan, tentu anda tidak akan sulit menggambarkan betapa beratnya tugas itu pada daerah yg sangat sulit mendapatkan air tawar, misalnya beliau ini harus bangun sejak 3 dini hari untuk mengatur semuanya. Memang beliau juga bersekolah sampai tamat 3 tsanawiyyah, namun apalah artinya kenaikan klas yg hanya disebabkan oleh rasa kasihan dewan asatidl karena beban berat tugasnya? ditambah beliau tidak termasuk orang yg dikaruniai kecerdasan yg sedang, ditunjang ketidak adaan kesempatan untuk nglalar seperti para santri yg lain. Singkat cerita, setelah 14 tahun itu pada suatu saat beliau di dawuhi Mbah Yainya untuk boyong dan harus pergi dakwah ke Papua, dengan rasa bingung dan tanpa membantah beliau berangkat begitu saja ke sana. Di Papua beliau mengawali kariernya sebagai tukang ojek, yg sedikit demi sedikit banyak yg bersimpati dengan beliau, sampai pada suatu saat beliau berhasil membangun sebuah pondokan kecil.
Kian hari santripun berdatangan, mulailah beliau bertambah bingung, sampai pada suatu saat beliau menelpon Kyainya, Mbah yai bagaimana ini yai, saya diminta mengaji Tijanud darori (sebuah kitab tipis untuk pemula yg berisi pelajaran tata bahasa arab), tapi saya gak baca yai, gimana ini yai? beliau menangis sejadi2nya, karena memang beliau gak bisa baca, entah karena lupa atau memang beliau sejak semula gak bisa. Jauh di sarang sang Kyai menjawab dg penuh hiba, bisa, bisa, ayo sana di baca, bisa nak, bisa nak.....
Karena memang dasar penurvt, maka segera dia baca, dan ternyata tiba2 beliau bisa baca dengan lancar, dan
sejak saat itu beliau bisa membaca kitab apapun dengan penjelasan2 yg memuaskan pendengarnya. selama 4 tahun di papua beliau telah mendapatkan santri tidak kurang dari 500 santri. Namun pada puncak kejayaannya, beliau dipanggil kembali oleh kyainya untuk pulang ke daerahnya cepu. Dan sebagai penggantinya sang kyai mengirim kakaknya beliau. sesampai di cepu beliau mendapat sambutan hangat dari masyarakat, dan sekarang syi'ar agama disana semakin marak.
lain cerita dari salah satu warkoper yg menekuni dibidang tulis menulis, sejak dia menemukan keyakinannya untuk
nurut sama mursyidnya, ada sebuah keajaiban yg ia rasakan sampai saat ini dalam menyelesaikan tugas profesinya
dalam waktu yg dia sendiri sulit mempercayainya.
Akhir cerita mari kita usahakan diri kita agar selalu mendapat ridlo guru, karena disanalah pintu ilmu itu terbuka.

oleh ; zaenal wong wongan


Oleh : Solihin Gubes
Kaum Sarungan, 4 Juli 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar