Minggu, 10 Februari 2013

Penjelasan Surat Al Isra ayat 1 tentang Isro Mi'roj


SELAMAT MERAYAKAN ISRA DAN MI'ROJ NYA NABI BESAR MUHAMMAD mudah2an Allah selalu mencurahkan rahmat dan keselamatan untuk beliau,
sekaligus karena bertepatan juga dengan tanggal 27 rajab,
Jadi mari kita rayakan isro dan mi'roj dengan besar2an di semua group dan status di fb, biar wahabi kepanasan, hahai ...
Aku cuma bisa nyumbang ini buat di berikan untuk kalian

سبحان الذي أسرى بعبده ليلا من المسجد الحرام إلى المسجد الأقصى الذي باركنا حوله لنريه من آياتنا إنه هو السميع البصير

سبحان
Kalimat yang menunjukkan ta'ajjub, karena kejadian isra mi'raj ini adalah kejadian di luar akal,dan dalam perhitungan akal tidak mungkin bisa ada kejadian isra mi'raj ini,
Karena itu bara'atustihlal nya di bawa ibarat dengan subhana karena membersihkan sifat orang yang menjalankan hambanya itu, dari sifat2 kekurangan dan kemustahilan, orang itu adalah ALLAH,

الذي أسرى
Asra yusri israa-an, maknanya jalan pada waktu malam,
Karena asra wazan af'ala, maka maknanya ALLAH yang menjalankan pada waktu malam,
Karena wazan af'ala, maka asra ini harus ada muta'addinya, maka takdir nya malaikat, ba dengan makna ma'a, jadi Allah menjalankan malaikatnya bersama hambanya,
Tapi makna ini terlalu ribet, sebaiknya walaupun asra tsulasi mazid dengan ada alif ta'diyah, maknanya dikembalikan kepada tsulasi mujarrad saja, yaitu lazim yang bermuta'addi kepada ba,

بعبده
Kalimat abdun, ini adalah makna nya hamba,
Maksudnya hamba dalam keadaan sempurna, jasad dan ruh tidak terpisah,
Dari sini dapat kita fahami, bahwa rasul isra mi'raj dengan jasad dan roh beliau,
Idhofat abdun kepada dhomir hi, adalah idhofat memuliakan,
Disini lah kemuliaan rasul di sisi Allah, dengan terang2n Allah mengatakan ini adalah hambaku, kesayangan ku,
Sebagai perbandingan saja, Coba rasakan sendiri bagaimana rasanya kita di akui keluarga oleh orang besar seperti presiden atau ulama besar, Pasti hati kita senang dan gembira skali,

ليلا
Kalimat ini seharusnya tidak perlu ada, karena sudah mencukupi dengan ASRA diatas,
Tapi Allah tetap meletakkan kalimat ini untuk menguatkan dan memberi tahu bahwa isra mi'raj ini di lakukan rasul dalam sekejap dan sebentar di bandingkan dgn keadaan normal, karena itu zhoraf lailan dengan tanwin nakirah yang menunjukkan sedikit sakali,

من المسجد الحرام إلى المسجد الأقصى
Min lil ibtida, perjalanan nya di mulai dari zat mesjidil haram, sampai berakhir ke zat mesjidil aqsho,
Ada Beda ibarat antara membatasi yang berakhir dengan huruf ila atau hatta,
Jikalau dibawa ibarat dengan hattal masjidil aqsho, maka zat masjid aqsho tidak termasuk yang dikunjungi rasul, Spt
أكلت السمكة حتى رأسها
أكلت السمكة إلى رأسها
Kalau dengan hatta, maka kepala ikan tidak ikut dimakan,
Kalau dengan ila, maka kepala ikan juga ikut dimakan,

الذي باركنا حوله
Yang sudah kami berkahi haulahu,
Kalimat haulahu,
Haul bisa 3 makna
1.haul makna 1 tahun
2.haul makna daya upaya kekuatan, seperti kalimat laa haula wala quwwata,
3.haul makna di sekitar,

Dhomir nya pun kembali kepada 3 juga,
1.kepada masjidil haram,
2.kepada masjidil aqsho,
3.kepada rasulullah

Jika kita gabungkan makna haulahu,
1.Yang kami berkahi di sekitar masjidil haram,
Memang banyak berkahnya di sana, sholat di masjidil haram kan sangat besar pahalanya, cuma yang mengurangi berkah di sana adalah WAHABI yang tidak percaya dengan berkah, hehehe...
2. Yang kami berkahi di sekitar masjidil aqsho, walaupun sholat di masjidil aqsho banyak juga pahalanya, tapi yang mengurangi berkahnya adalah dikuasai yahudi sekarang,
Karena itu tidak lain tidak bukan dhomir itu kembali kepada abdihi alias rasulullah,
3. Dengan makna
Yang kami berkahi waktu perjalanan nya 1 tahun menjadi sekejap,
Yang kami berkahi kekuatan dalam diri rasul untuk menempuh perjalanan yang tidak mungkin bisa dilakukan dalam keadaan biasa saja,

لنريه من آياتنا
Supaya kami bisa memperlihatkan kepadanya dari sebagian tanda2 kebesaran kami,
Kalimat linuriyahu bisa juga dengan arti menghibur rasul, karena sebelum kejadian isra mi'raj, rasul mendapat musibah dengan wafatnya 2 orang pembela beliau, Abu tholib ahli surga dan siti khadijah ahli surga

إنه هو السميع البصير
Sesungguhnya ia mendengar dan melihat,
Dhomir hu dan huwa di sini bisa kembali kepada Subhanallazi asra yaitu Allah,
Bisa juga kembali kepada bi'abdihi, yaitu rasulullah,
Jika kembali kepada Allah, maka maknanya jelas, Allah maha mendengar dan maha melihat,
Jika kembali kepada rasulullah, makananya,
Rasulullah menjalani isra mi'roj dalam keadaan sadar dan mendengar juga melihat,


Oleh : 'Ala Kulli Haal
Kaum Sarungan, 16 Juni 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar