Kamis, 07 Februari 2013

MIMPI HABIB MUNZIR BERTEMU RASULULLAH SAW.


Tahun 1993 aku bermimpi berlutut di kaki Rasulullah saw, menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa. Maka Sang Nabi saw menepuk pundakku, “Tenang dan sabarlah.. . sebelum usiamu mencapai 40 tahun kau sudah kumpul bersamaku."
AlHabib Mundzir AlMusawa : Aku teringat mimpiku beberapa minggu yang lalu. Aku berdiri dengan pakaian lusuh bagai kuli yang bekerja sepanjang hari, di hadapanku Rasulullah saw berdiri di pintu kemah besar dan megah, seraya bersabda, "Semua orang tak tega melihat kau kelelahan wahai Munzir, aku lebih tak tega lagi… kembalilah padaku, masuklah kedalam kemahku dan istirahatlah….”
Kujenguk dalam kemah mewah itu ada Guru Mulia (Habib Umar bin Hafidz) seraya berkata, "Kalau aku bisa keluar dan masuk ke sini kapan saja, tapi Engkau wahai Munzir jika masuk kemah ini kau tak akan kembali ke dunia."
Maka Rasulullah saw terus mengajakku masuk, "Masuklah... kau sudah kelelahan… kau tak punya rumah di dunia (memang saya hingga saat ini masih belum punya rumah). Tak ada rumah untukmu di dunia, karena rumahmu adalah di sini bersamaku… serumah denganku… seatapdenganku…. makan dan minum
bersamaku.... masuklah!"
Lalu aku berkata, "Lalu bagaimana dengan Fatah Jakarta? (Fatah tegaknya panji kedamaian Rasulullah saw).”
Maka beberapa orang menjawab di belakangku, “Wafatmu akan membangkit kan ribuan hati untuk
meneruskan cita-citamu...! Masuklah…!"
Lalu malaikat Izrail as. menggenggamku dari belakang, ia memegang dua pundakku, terasa seluruh uratku sudah digenggamannya, seraya berkata, "Mari… ku antar kau masuk... mari…"
Maka kutepis tangannnya dan aku berkata, “Saya masih mau membantu Guru Mulia saya.”
Maka Rasulullah saw memerintahkan Izrail as untuk melepaskanku. Aku terbangun…. Semalam ketika aku rebah dalam kegelapan kulihat dua tamu bertubuh cahaya, namun wajahnya tidak bertentuk kecuali hanya cahaya. Ia memperkenalkan bahwa ia adalah Izrail as. Kukatakan padanya, "Belum… belum... aku masih ingin bakti pada Guru Muliaku… pergilah dulu!” Maka ia pun menghilang raib begitu saja. Tahun 1993 aku bermimpi berlutut di kaki Rasulullah saw, menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa. Maka Sang Nabi saw menepuk pundakku, “Tenang dan sabarlah.. . sebelum usiamu mencapai 40 tahun
kau sudah kumpul bersamaku." Usia saya kini 39 tahun pada 23 Februari 1973. Peradangan otak ini
adalah penyakit terakhirku. Aku senang wafat dengan penyakit ini, karena Rasulullah saw beberapa bulan sebelum wafatnya terus mengeluhkan sakit kepala. Salam rinduku untuk kalian semua jamaah Majelis Rasulullah saw kelak, jika terjadi sesuatu padaku maka teruskan perjuanganku… ampuni
kesalahanku… kita akan jumpa kelak dengan perjumpaan yang abadi...
Amiin

Oleh : Solihin Gubes
Kaum Sarungan, 26 Juni 2012

--------------------------------------------------------

Tambahan oleh Ilham Sandy Firtha

Sedikit cerita tentang diriku dengan Syekhuna Habibuna Alustadz Munzhir Almusawa :
sewaktu ketika sehabis hari raya idul fitri beberapa tahun yang lalu, ane diajak oleh teman untuk menghadiri Majelis beliau pada Malam Jum'at bertempat di Rawa kemiri kebayoran lama, kajiannya tentang hadits BUKHORI, berhubung ane belum ada kegiatan ta'lim ane ikut menghadiri, Alhasil ane bertemu dengan beliau tapi tidak sempat bersalaman mencium tangan beliau karena banyaknya jama'ah yang menghampirinya, Tapi ane seraya berdoa : Yaa Alloh ane pengen banget cium tangan tuh habib...

Alhasil pas ane pulang dari majelisnya dan istirahat tidur dalam keadaan suci ane dipertemukan dalam mimpi dengan Alhabib, Beliau memanggil ane :
katanya tadi mau nyium tangan ane?
Nih skarang ane udah dihadapan antum...
Alhamdulillah seketika itu ane mencium tangan dan memeluk beliau menangis dalam keterharuan.

Wallohi ane ga berdusta tentang masalah kejadian ini, dan masih banyak cerita2 lainnya.

Mungkin inilah yang disbutkan ddalam hadits Al Mar_u ma'a man ahabba...seseorang akan bersama dngn orang yg dcintainya baik dunia mimpi, nyata, dunia dan akhirat...Semoga Alloh selalu senantiasa mengumpulkan kita dngan hamba2-Nya yg dicintai didunia dan di akhirat trutama bersama Sayyiduna Wa Habibuna Wa Nabiyuna Muhammad SAW...Aamiin...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar